Yesus, dalam Injil, dinyatakan sebagai Juru Selamat umat manusia. Selamat terhadap apa? Terhadap dosa. Tidak seorang pun luput dari dosa.
Pada waktu Adam berdosa di taman Eden, kita semua ada di situ melakukan apa yang Adam lakukan dan katakan. Karena kita semua adalah keturunan dan bagian dari Adam. Apakah ada seorang keturunan Adam yg tidak berdosa? Bahkan bayi-bayi yg belum dapat berpikir dan melakukan apa pun mempunyai sifat dosa dalam tubuh dan jiwa mereka. Setelah tubuh mereka mereka mulai berkembang mereka akan dgn sendirinya mulai melakukan berbagai jenis dosa tanpa perlu diajari. Seperti seekor anak kucing akan mengeong tanpa diajari.
Karena dosa itu melekat dalam diri seorang manusia, manusia, semuanya, menjadi tidak layak di hadapan Tuhan Mahasuci. Kebaikan manusia seperti kain kotor bagi Tuhan. Jadi jangan mimpi bisa selamat dengan jalan ‘mengumpulkan kredit’ sebanyak2nya. Dosa manusia tidak bisa ditebus atau dikompensasi dengan ‘perbuatan baik, amal dan ibadah’. Karena dalam melakukan semuanya itu, manusia melakukannya dalam sifat2 dosa yg melekat pada diri mereka. Tidak ada manusia yg bisa memenuhi standar yg ditetapkan oleh Allah.
Lebih jauh, akibat dosa itu yang pertama adalah kemerosotan manusia secara fisik. Tubuh manusia menjadi makin rusak (menua), dan akhirnya mati. Tubuh manusia juga semakin lemah dan rentan terhadap segala macam penyakit. Dosa manusia juga menyeret seluruh alam semesta dan makhluk2 di dalamnya. Bumi semakin kotor dan rusak, hewan-hewan ikut menderita, tumbuh2an dan lingkungan hidup semakin rusak. Segala sesuatu di kolong langit menjadi semakin memburuk. Standar kehidupan manusia semakin merosot. Belum lagi kejahatan dan penindasan dari manusia atas manusia. Puncaknya manusia harus menghadapi murka Allah atas dosa2 mereka dan menghadapi hukuman kekal..
Karena itu seluruh bangsa sangat merindukan akan datangnya seorang Penyelamat yg sanggup menyelamatkan mereka dari segala macam penderitaan tsb. Yesuslah orangnya!
Yesus datang dari dalam Allah Sang Pencipta. Ia selalu bersama-sama dengan Allah. Ia manjadi manusia yang datang ke dunia sebagai utusan Allah. Yesus tidak berdosa, taat, rendah hati dan sanggup memenuhi standar Allah dgn sempurna. Yesus yg tidak berdosa menjadi suatu korban, menjadi anak domba yang dikaruniakan Allah. Yesus yg menanggung dosa seluruh manusia. Dulu umat Yahudi diperintahkan Allah untuk secara periodic mengurbankan hewan2 tertentu sebagai korban penghapus dosa. Tapi semua itu hanyalah symbol dan bayangan dari kurban penghapus dosa yg sesunguhnya yaitu Yesus.
Karena itu Yesus menjadi sumber atau pokok keselamatan semua manusia yg berpegang kepadanya. Hanya Yesus manusia yg memenuhi syarat untuk memperoleh keselamatan dan masuk kesalah satu terminal terakhir manusia : surga.
Jadi bagaimana supaya bisa selamat? Sedangkan kita semua tidak bisa memenuhi syaratnya? Satu-satunya jalan adalah dengan menjadi milik Yesus. Dgn menjadi milik Yesus maka dosanya juga menjadi beban Yesus. Menjadi milik Yesus berarti tidak mempunyai hak milik apa-apa lagi. Bahkan dirinya sendiri bukan lagi miliknya. Ia dimiliki oleh Yesus. Suatu penyerahan diri yg total!
Tampaknya berat. Tapi itulah satu2nya jalan. Karena itu menjadi orang Kristen, menjadi milik Yesus, tidak diperuntukkan bagi para pengecut. Pasukan Yesus adalah sekelompok kecil pasukan elit yang tidak takut mati. Jalan Kristiani adalah jalan yg sempit, sulit dan tidak populer, karena itu tidak banyak orang mau memilih jalan tsb.
Yesus mengatakan bahwa setiap orang yg mau menjadi pengikutnya sebaiknya mempertimbangkan dan memperhitungkannya lebih dahulu dehgan masak2. Jangan seperti orang yg sudah mulai membangun rumah tetapi kemudian berhenti di tengah jalan karena kekurangan biaya.
Mengikut Yesus amat sangat berat. Tetapi Yesus mengatakan beban yg dia berikan itu ringan dan enak. Kuncinya adalah pada penyerahan yg total. Tanpa penyerahan total tdk seorang pun sanggup mengikut Yesus sampai akhir. Dengan menyerah total semuanya menjadi ringan, karena Yesus lah yg menanggungnya.
Tapi hanya merekalah yg punya masa depan. Yesuslah yg akan memegang segala kekuasaan di masa yang akan datang, di dunia akhirat, bahkan di kerajaan yg kekal. Ia, Yesus, adalah Raja yang diangkat dan ditinggikan oleh Allah. Ia mewarisi segala yang dipunyai Allah. Maka para pengikutnya, miliknya, pasukan elitnya, akan ikut memerintah bersamanya. Tapi itu bukan untuk para pengecut!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar